Rania dan Ratu Sekop Alice in Borderland | #30hbc2313

“Kita jadi monster aja, biar gak ada yang gigit.”

Seorang anak di playground bilang gitu ke Rania pas mereka dan beberapa anak lainnya lagi main kejar-kejaran. Di permainan itu, ada yang jadi monster dan ada yang jadi orang biasa. Monster bisa nakut-nakuti orang biasa dengan gigitannya. Orang biasa mesti lari kabur-kaburan.

Awalnya, yang jadi monster cuma satu anak doang. Tapi, ada anak lain yang jadi ‘orang biasa’ berubah pikiran setelah capek lari dikejar-kejar monster. “Aku mau jadi monster aja.”

Ngedenger percakapan itu, gue jadi keinget permainan Ratu Sekop di film Alice in Borderland season 2. Di game itu, ada dua tim, merah dan biru, yang kejar-kejaran merebut anggota tim lainnya. Tim dengan jumlah anggota paling banyak jadi pemenang.

Ratu Sekop, musuh kuat di permainan ini jadi pemimpin tim merah. Gak sampe tiga babak, tim biru udah kalah. Dan menariknya, ada beberapa anggota tim biru yang sengaja menyerahkan diri ke Ratu Sekop. Biar mereka gak usah capek-capek dikejar sama yang paling jago di permainan itu. Jadi bagian dari musuh gak apa-apa, deh. Yang penting gue menang. Ngebiarin anggota tim lain mati karena kalah gak apa-apa juga deh. Yang penting gue selamet.

Di situasi kayak gitu, bergabung dengan musuh yang kuat adalah cara gampang buat bertahan. Daripada capek diserang, mendingan jadi orang yang nyerang.

Tapi, Usagi, pemain unggulan di tim biru, berhasil nyadarin pemain-pemain di tim merah yang udah kesirep sama kekuatan Ratu Sekop. Usagi cerita tentang betapa pentingnya hidup orang lain, betapa indahnya kebersamaan.

Walau sempet denial, tapi akhirnya pemain di tim merah pun balik lagi ke tim biru, meninggalkan Ratu Sekop si penjahat, sendirian.

Pada akhirnya, Ran, hidup ini bukan tentang menyelamatkan diri dan memenangkan pertarungan. Mau jadi monster atau orang biasa, kita kudu ngejagain orang-orang yang berharga buat kita, jangan suka gigit!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: