Hasil Baca Buku Rekomendasi Jisoo Blackpink | #30hbc2303

Buku rekomendasi Jisoo

Gue mau ngucapin makasih buat Jisoo yang udah ngebangkitin semangat gue buat baca buku lagi. Jisoo patut nerusin mbak Nana jadi Duta Baca. (Kalau Duta Sheila on 7, cuma Eross yang bisa nerusin. Ya ya ya)

Coba bayangin, ada berapa juta orang yang baca buku karena ngefans sama Jisoo.

Jadi, setengah tahun pertama 2022, gue gak mood banget baca buku. Bingung tiap kali nyari bacaan. Pas udah mulai baca juga cuma tahan sebentar.

Sampai akhirnya gue nemu sebuah twit yang isinya daftar buku bacaannya Jisoo Blackpink. Ada sekitar 20 buku. Wah menarik! Gue pun menekuninya. Bukan sebagai fans Blackpink. Sekedar sebagai orang yang lagi butuh rekomendasi buku aja.

Di daftar itu, ada beberapa buku yang udah gue baca. Gue jadi mikir, “Wah si Jisoo baca buku itu juga. Dia pasti beli pas Gramed lagi diskon juga

Ada juga sejumlah buku yang sebenernya gue sering liat tapi ogah gue baca dengan alasan-alasan culun macem, “Bukunya mainstream ah.”, atau “Hmm novel terjemahan. Skip deh.”

Tapi ngeliat buku-buku itu direkomendasikan sama Jisoo, gue jadi penasaran. Gak pake lama, gue langsung beli Toko Kelontong Namiya karangan Keigo. Begitu sampe, langsung gue lahap dan langsung meleleh di tempat 🥺. Sesuka itu gue sama cerita-cerita para tokoh yang curhat di Toko Kelontong Namiya.

Jisoo ngerekomendasiin beberapa novel Keigo lainnya kayak Malice dan Midsummer Equation. Kelar baca Toko Kelontong Namiya, gue langsung baca Malice dan seketika jatuh cinta sama novel-novelnya Keigo. Sekarang, semua novel Keigo yang diterjamahin ke Indonesia udah gue baca. Gue juga nonton beberapa filmnya. Keigo jago banget bikin cerita penuh plot-twist yang hangat dan manis, walau itu berasal dari kisah yang tragis.

Selain Keigo, Jisoo juga nyebut beberapa novelnya Haruki Murakami, salah satunya Norwegian Wood. Gue jadi inget kalo di rak buku rumah, ada novel itu punya adek gue. Gue coba baca lah. Dan astaga! Gue suka banget. Gue gak peduli kalo ada yang bilang Norwegian Wood adalah novelnya Haruki paling menye-menye. Sebagai orang yang diem-diem melankolis, Norwegian Wood jadi salah satu bacaan penting bagi gue. Toru Watanabe, Midori, dan Naoko mengajari gue tentang cara memeluk duka.

Gue sempet nulis review panjang soal novel keluaran 1987 ini. Kalau mau baca, klik link ini.

Norwegian Wood juga jadi gerbang untuk novel Haruki berikutnya. Gue juga udah baca Lelaki-lelaki Tanpa Perempuan dan nonton filmnya. Suka sekali! Baca cerita-ceritanya Haruki Murakami kayak mengelus-elus sisi melankolis gue. Hehe.

Di sebuah wawancara, Jisoo si cewek yang bercita-cita jadi penulis ini sempet bilang kalo dia suka baca buku karena baginya itu adalah hiburan. Stress relieve. “Kalo lagi baca buku, aku gak mikirin hal-hal lainnya,” katanya. Baca buku emang gak perlu alesan-alesan yang luhur.

O ya, satu lagi yang gue suka dari bacaannya Jisoo, yaitu keberagaman temanya. Comfort book Jisoo adalah genre misteri. Tapi dia juga suka baca romans, sampai novel filosofis macem The Little Prince dan Kafka on The Shore. Jisoo juga suka baca buku-buku self-help macem The Courage to be Disliked. Selain itu Jisoo juga ngerekomendasiin Harry Potter, dan novel dari negaranya, Kim Jiyoung, Born 1982 karya Cho Nam-Joo

Doi ngajarin gw buat memperluas zona nyaman dalam hal bacaan. Menurut gue itu penting. Petualang mana yang sukanya wara-wiri di hutan yang sama terus?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: