Pantaskah Indonesia menghujat-hujat Malaysia?

Tiba-tiba kepikiran untuk memikirkan hujatan masyarakat indonesia kepada malaysia terkait masalah pengakuan batik sebagai produk asli malaysia.
Apa pantes y orang2 dsini berkoar2 masalah hak cipta sementara kita sendiri aja masih nonton dvd bajakan, untuk film dalam negri juga bahkan.
Memang perbandinganya tlalu jauh, namun menurut gua tetep aja serasa ngejilat ludah sendiri, menjilat ludah rame-rame lebih tepat nya.
Film pun tak bedanya dengan batik, film juga suatu karya seni, dan seni pun bagian dari budaya, sama kaya batik.
Mungkin kejadian ini u mengingatkan indonesia kalau karya atau bahkan warisan budaya dibajak itu tidak enak rasanya,,

hihi..maap kalau terkesan kosong tulisanya, sekedar menuangkan pikiran pengantar tidur..

…Juni 09

Bersusah-susah Dahulu?

Pepatah mengatakan, “bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian.”
Pa Guru mengatakan, “kerjakan yang gampang dulu yang susah belakangan.”

Itu adalah selentingan yang dilontarkan oleh adik gue saat disuruh belajar sama nyokap untuk ujian besok. Saat itu nyokap ngingetin untuk mengurangi main dan harus belajar keras baru deh setelah ujian selesai boleh main sepuasnya..

Kalau dipikir-pikir lucu juga yah, gue nggak ngerti deh kenapa adik gua bisa ngomong kayak gitu. Mungkin dia bertanya-tanya mana yang harus ditaati, apalagi saat ujian, apalagi untuk anak yang males kaya dia, pasti bakal lebih milih perkataan si Pa Guru itu, karena lebih baik ngerjain yang gampang dulu, yang susah mah dipikirin entar aja atau bahkan ga usah dipikirin

,…..May 09

Ada Udang Dibalik Ngadu

Jangan kamu membalik batu
karena tiada udang yang dibalik batu
karena bergitulah udang, menjadi ngadu kalau dibalik

tapi jangan kamu coba-coba membalik perahu
karena ada kura-kura di dalam situ
kura-kura yang selalu pura-pura tidak tahu
bahkan kalau dia sedang berada dalam perahu.

jadi silahkan kamu ambil itu batu
boleh kamu lempar ke laut yang sedang rindu,
asal jangan sembunyikan tanganmu
ketika Tuhan bertamu

silahkan tendang jadi gunung itu perahu,
asalkan kau membuat kura-kura itu tahu,
sebelum tenggelam di hidup yang paling sendu.

April 08

Tau Tau Tahun Baru

baru tahun lalu aku tahu
bahwa aku harus begini begitu
tahu tahu sudah tahun baru

menyesali yang itu melulu,
aku masih terlalu lugu,
masih saja abu-abu.

diantara merah dan biru aku mencari ungu,
sungguh nyaru.

aku bertemu orang-orang yang hidupnya baku,
punya hati sekeras batu,
mereka bilang aku harus begini begitu,
sementara aku tidak setuju.
tapi aku pura-pura mau.

Pemikiran jadi bisu,
aksi jadi kaku,
asa jadi abu.
telingaku jadi akrab dengan lagu sendu.

untung masih ada kamu
yang selalu tahu
kalau aku suka warna biru
dan mengingatkanku
kalau langit itu berwarna biru

untung masih ada kamu
yang membuktikan pelangi itu mejiku hibiniu
bukan abu-abu.

buat apa tahu tahun baru
kalau yang dulu belum bisa berlalu.

Januari 08

Cerita Lama

Sinar binar membangunkanku yang masih saja terlalu lugu.

Bukan air mata kok, hanya sekedar tetesan kata, maukah kau mendengarkannya?, kemudian kencangkan bahumu biar ku bersandar, buka bibirmu, biar kucium lembut.

bukan menyesal, hanya sekedar memperhitungkan lagi.

Bertumpu tangan pada dinding bumi, merendam setengah muka. dan aku tidak menangis, hanya sekedar tetesan kata.

Wahai kebisuan saksi, sekedar uluran tangan pasti kau punya.

Sekedar telinga pasti kau pun punya.

lalu aku akan berkata, pasrah dalam pangkuanmu, menutup mata.

teruslah bisu, tidak seperti keramaian yang sok tahu tentang ku.

Apa kalian akan membiarkanku hancur berantakan di bawah jembatan.

Lebih baik nyeri sekalian mati, daripada sedih tapi tak punya air mata.

Tapi sebelum mati berteman tanah, aku ingin berteriak namamu, bahkan bukan nama Tuhan, hingga buntu tenggorokanku.

dibelakang Semua

Coba, apa lagi yang ingin kau katakan…

Benamkan suaramu itu di udara.

matikan sekalian kicau burung,

pudarkan siluet senja di hadapanku.

Majulah selangkah lagi,

di ujung bayanganku berdirilah.

Coba kibarkan nyalimu barusan.

Cih, mana mungkin kau berani.

Coba masuk kedalam bayangku selangkah lagi,

Mata seringaiku pasti membuatmu ciut,

seciut jiwamu seumur hidup ini.

kamu mau bilang aku apa?

Pecundang, sok Pahlawan,
coba saja katakan, semoga aku peduli

ditulis pada Januari 09

Berbicara Tentang Kalau Tidak Salah

“Bener ga sih, kalau ga salah itu berarti bener?”
“mmm, iya juga yah”
“iya kan, setuju kan lu, tapi kenapa orang-orang pada sering ngomong itu.”
“eh tapi kan itu pake kalau ki”
“kalau, mmm,, kalau in the dark?”
“yeh, itu mah Galauw (glow)?
“oh iya bener yah.”
“jadi kalau itu menunjukan sesuatu yang tidak pasti yah.”
“betul.”
“jadi gw udah ga mungkin untuk ngomong “ye, kalau ga salah mah bener.”
“iya ki, jangan lah, kasian sama dirilu sendiri, dibilang aneh loh.”
“ah, kalau dibilang aneh mah ga apa apa”
“udah lah ganti topik yu”
“yuk, tadi elu pake topik bundar, sekarang mau ganti topik atau kupluk.”
“kupluk aja deh,”,”mpo ame-ame, belanglang kupluk-kupluk.siang makan nasi, malamnya minum sluk-sluk”
“ck ck ck.”
“CalvinKlein CalvinKlein CalvinKlein?”
“hahahahah, bego lu ah.”


“serius bentar ah, gw mau ngelanjutin nih, menurutlu kata Kebenaran itu beda ga sama Kebetulan.”
“beda ga yah?,mmmmmmm, sama deh kayanya, secara menurut arti benar dan betul itu punya makna yang sama”
“beda tau, coba deh, Pahlawan Kebenaran kan beda dengan Pahlawan Kebetulan.”
“iya juga yah, kepikiran aja lu.”
“dalam ilmu filsafat juga yang dicari itu Kebenaran yah, bukan kebetulan.”
“bener ki bener, kalau diartikan lebih lanjut lagi dua kata itu malah bisa berada di dalam satu kalimat, misal “filsof menemukan kebenaran secara kebetulan”
“hahhahahahah”
“jadi fix yah, kebenaran dan kebetulan ialah dua kata yang seharusnya bersinonim, tapi sayang mereka berpisah makna dalam hal ini. Kebenaran ialah sesuatu yang kita anggap benar, sementara kebetulan bukanlah sesuatu yang kita anggap betul, melainkan suatu hal yang tidak direncanakan, ketidaksengajaan. Betapa malang yah si Kebetulan itu.”
“hahahaha, bener deh bener. Mantep lu ki, bagaimana kalau besok kita ajukan perubahan arti pada kamus besar bahasa Indonesia.”
“cakep, cakep. Cape juga yah menjadi orang yang memikirkan arti kata. Duh euy,”


….
“eh eh eh.. tapi entar dulu deh. Kebenaran kalau diucapin sama orang betawi artinya sama tuh kaya kabetulan, jadinya kebeneran.”
“oh iya juga yah. Kebeneran kan sama kaya kebetulan, jadi mana yang bener nih, kita Tanya ke orang betawi aja kali yah. Cape ah mikirin ginian.”
“satu lagi deh, ada lagi nih yang gw pikirin, lawan katanya kebetulan apa yah, kesalahan kah?.”

Tuesday, October 28, 2008 at 10:11pm

Ga Tau Mau Ngapain?

Bener-bener gatau mau ngapain.
Bener-bener udah seharian, dua harian bahkan. 
Udah dijabarkan semua jadwal, tetep aja kelabakan. 

“Mana dulu”, 
“yang ini dulu saja, sepertinya menarik.”, 
“oke.”
“mm, ga deh, yang ini aja dulu, sebentar kok.” 

Lalu lupa, lupa yang berlarut-larut. 
Berlarut-larut dalam lupa. 

“Oh iya, tadi kan lagi itu”
“mmm oke, lanjut” 
“Setel lagu ini dulu ah”

Lagu sendu, lagu rindu, lagu bingar, lagu liar, lagu riang, lagu hampa.


Lagu berlalu-lalu, lalu berlagu-lagu, hingga lupa waktu, hingga waktu berlalu.

Sedikit teriakan kecil, Sedikit termenung, sedikit bingung.

Pergi kecewa, kecewa lalu pergi, pergi berlalu, lari keluar pintu.

Padahal tadi lagi itu, tiba-tiba mau ini diitukan, yang begini mau dibegitukan, yang disini mau dikesanakan, diseperti inikan. Jadilah semua dikesampingkan. 

Bener-bener ga tau mau ngapain. 
Bener-bener udah seharian, dua harian bahkan.
Udah dijabarkan semua penyesalan, tetap aja GA TAU MAU NGAPAIN.

Desember 2007 

Absent Ke Tukang Pulsa..

tertanggal pada hari juma’at 12 bulan 12…
 

 Pagi menjelang siang saat itu gua mendadak kalang kabut mengurusi pikiran2 tentang pikiran orang lain. mengirim marah dalam hati kepada instansi percetakan yang telat janji..
saat itu pulsa abis. padahal gua lagi butuh untuk nelpon itu orang percetakan. nah karena jumlah tukang pulsa lebih banyak dari jumlah telepon umum jadi lah saya menyinggahi tukang print dikampus yang mengaku jual pulsa.

Lalu saya menyapa “A’ ada pulsa m3 yang sepuluh Ribu.” “ada” jawabnya. Lalu dia menyodorkan kertas yang berisi tabel-tabel yang banyak angka2 nomor telepon orang yang sebelumnya pernah isi pulsa disitu.
 


 Lalu dibelantara pikiran2 gua yang udah penuh gua coba menyisihkan ruang kosong untuk mikir apa yang harus dilakukan. “mmm apaan nih banyak tabel dan nomor2. oh harus di isi yah” lalu saya menggerakkan pulpen menulis apa yang di perintahkan oleh otak saya itu…

 Eng ing eng setelah selesai menulis saya membandingkan dengan tulisan2 diatas. “Kok beda Yah” “apa yah yang beda. Perasaan bener deh”kata hati saya…Saat itu si aa mulai ngeliat apa yang saya tulis. Setelah sekian detik mikir dan “Loh kok saya malah nulis nama. padahal yang lainya nulis Nmor hape”.”loh ternyata itu bukan NPM orang toh.”
 
      Lalu sebelum si Aa ngeliat saya coret tuh tulisan. Tapi sayang si Aa udah terlanjur bisa ketawa gara2 ngeliat tulisan gua. “Keur Ngalamun A?” tanya si aa sambil tertawa kecil..
“iya a’ saya kira ini kertas absen.” jawab saya sambil ketawa2 kecil juga.. Untung belum gua tanda tangan sekalian di kertas itu..,hahaha.,. jadilah saya cepet2 ngeluarin duit dan bayar sebelum si aa manggil orang2 yang disebelah untuk ngeliat..

ditulis pada 27 Desember 08