Tanda Bahaya

Aku heran mengapa musim hujan tak membuat kutu-kutu di rambutmu minggat. Apa benar kamu undang mereka masuk ke kepalamu untuk berjudi bersama?

Aku dengar, di siang hari kamu mengajak kutu-kutumu diskusi matematika demi mencari rumus mendapatkan angka lebih besar dari pengurangan. Lalu kalian pergi ke terminal di malamnya, berkenalan dengan preman, belajar cara cari gara-gara tanpa ribut-ribut.

Dan musim kemarau sebentar lagi tiba.

Aku rasa kamu perlu belajar pramuka. Agar tahu cara memadamkan api dan paham sandi-sandi. Karena kelak akan ada kebakaran besar dari api unggun yang kehilangan himpunan .

Kami menduga kamu lebih percaya pada kerumunan dan tak pernah membaca tanda bahaya dari tangga darurat.

Malam Minggu

Aku akan berolahraga besok pagi.

Berenang di kolam ikan bolak-balik sepuluh kali.

 

Aku akan sarapan nasi uduk di tengah jalan.

Sambil membacai puisi yang ada di halaman iklan

koran akhir pekan

 

Aku akan memperbaiki kasurku yang amblas besok siang.

Hari ini aku tidur seharian sambil nyemil Instagram.

Jempolku kapalan, berat mataku bertambah 2 kilogram.

 

Tapi malam ini aku mau memimpin upacara.

 

Di halaman rumah sudah kusiapkan seperangkat alat masak.

Demi membantu siapapun untuk menghangatkan semangat,

yang gampang basi seperti janji orang sibuk.

 

Aku sudah mengundang para perindu

yang sedang kehabisan kenangan untuk turut serta.

Akan kuajarkan cara mengheningkan cipta

diiringi drama Korea.